Kupang, 4 September 2026 — Panglima Komando Armada Republik Indonesia (Pangkoarmada RI) Laksamana Madya TNI Dr. Denih Hendrata, S.E., M.M., beserta rombongan melaksanakan kunjungan kerja ke Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) VII Kupang, Nusa Tenggara Timur, Jumat (4/9/2026).
Kunjungan kerja tersebut menjadi momentum bagi Pangkoarmada RI untuk bertatap muka secara langsung dengan keluarga besar Kodaeral VII sekaligus memberikan pengarahan kepada prajurit, Aparatur Sipil Negara (ASN), dan anggota Jalasenastri dalam menghadapi dinamika serta tantangan tugas TNI Angkatan Laut ke depan.
Pangkoarmada RI hadir didampingi Ketua PG Jalasenastri Koarmada RI Ny. Kiki Denih Hendrata. Kedatangan Pangkoarmada RI beserta rombongan disambut hangat oleh Komandan Kodaeral VII Laksamana Muda TNI Joni Sudianto, CHRMP., M.Tr.Opsla., bersama Ketua Daerah Kodaeral VII Gabungan Jalasenastri Koarmada RI Ny. Rias Joni Sudianto, Wadan Kodaeral VII Brigadir Jenderal TNI (Mar) Nawawi, S.E., M.M., para Pejabat Utama dan Kasatker, pengurus Jalasenastri, serta seluruh prajurit dan PNS Kodaeral VII.
Turut mendampingi Pangkoarmada RI dalam kunjungan kerja tersebut, Asrena Pangkoarmada RI Laksamana Pertama TNI Victor P. Siagian, Asintel Pangkoarmada RI Laksamana Pertama TNI I Putu Budiastika, Asops Pangkoarmada RI Laksamana Pertama TNI Hariyo Poernomo, Aslog Pangkoarmada RI Laksamana Pertama TNI Rahmadi Subagya, serta Koorsmin Pangkoarmada RI Kolonel Laut (P) Romi Habe Putra.
Memasuki agenda utama kunjungan, Pangkoarmada RI melaksanakan tatap muka dengan sekitar 350 prajurit, ASN dan anggota Jalasenastri di Gedung W.Z. Yohanes Kodaeral VII. Suasana tatap muka berlangsung penuh keakraban dan menjadi ruang komunikasi langsung antara pimpinan Koarmada RI dengan personel yang bertugas di wilayah Nusa Tenggara Timur.
Dalam pengarahannya, Pangkoarmada RI menekankan pentingnya kesiapan operasional dan kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi utama dalam menghadapi kompleksitas tugas. Setiap prajurit dituntut memiliki karakter profesional, adaptif dan responsif, yakni menguasai kemampuan teknis dan operasional, mampu membaca perubahan lingkungan strategis, serta dapat bertindak secara cepat, presisi dan proporsional dalam setiap situasi.
Pangkoarmada RI menegaskan bahwa keterbatasan yang dihadapi di lapangan tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan kualitas pengabdian. Sebaliknya, keterbatasan harus dijawab melalui inovasi taktis, optimalisasi fasilitas dan sumber daya yang tersedia, serta penguatan koordinasi dan sinergi dalam mendukung keberhasilan setiap pelaksanaan tugas.
Perhatian khusus juga diberikan kepada para komandan dan unsur pimpinan. Pangkoarmada RI menekankan tiga hal penting dalam kepemimpinan di lapangan, yakni presensi, aksi dan integritas. Seorang pemimpin harus hadir di tengah anggotanya, memahami kondisi nyata satuan, mampu mengambil keputusan dan tindakan secara tepat, serta menjadi teladan dalam menjaga integritas, disiplin dan profesionalisme.
Selain kemampuan operasional, Pangkoarmada RI mengingatkan pentingnya membangun sinergi dengan satuan TNI lainnya, Polri, kementerian/lembaga, pemerintah daerah serta seluruh komponen masyarakat. Kompleksitas persoalan di lapangan membutuhkan pendekatan yang menyeluruh dan tidak dapat diselesaikan secara sektoral.
Kepada seluruh prajurit, Pangkoarmada RI juga berpesan agar ketegasan dalam menjalankan tugas senantiasa berjalan beriringan dengan sikap humanis. Prajurit TNI AL harus tetap profesional dalam penegakan hukum dan menjaga kedaulatan, namun pada saat yang sama mampu mengayomi masyarakat serta menghormati kearifan lokal dan budaya di wilayah penugasan.
Pangkoarmada RI turut memberikan apresiasi atas berbagai pencapaian yang telah diraih jajaran Kodaeral VII. Capaian tersebut diharapkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan, disiplin, semangat juang dan kualitas pengabdian.
Mengakhiri pengarahannya, Pangkoarmada RI mengajak seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kemampuan menuju kekuatan matra laut masa depan yang profesional, modern dan adaptif, sekaligus menjaga soliditas serta kebanggaan dalam setiap penugasan.
“Jarak dari pusat pemerintahan bukanlah ukuran dari penting atau tidaknya sebuah pengabdian.”
Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa di mana pun prajurit TNI AL ditempatkan, setiap tugas memiliki nilai strategis dan merupakan kehormatan dalam menjaga kedaulatan serta kepentingan bangsa dan negara.
Usai pengarahan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif antara Pangkoarmada RI dengan personel Kodaeral VII, kemudian diakhiri dengan foto bersama.
Kunjungan kerja Pangkoarmada RI tersebut menjadi momentum untuk semakin memperkuat semangat, soliditas dan profesionalisme keluarga besar Kodaeral VII dalam mendukung pelaksanaan tugas TNI Angkatan Laut, khususnya dalam menjaga keamanan dan kedaulatan wilayah laut di kawasan Nusa Tenggara Timur.








0 Komentar